Minggu, 02 Desember 2012
He Is My Artis??????????
RATING : PG13
CAST : Kim Hyun Joong(SS501), Jang Hyung Ni (Kurniasih), Taecyon(2PM)
GENRE : terserah para reader aja( ane gak mudeng)
AUTHOR : Lindian Daomi a.k.a Dian a.k.a Novi
CHAP 1
“ah~ hari ini benar – benar hari yang sangat melelahkan~ aku ingin cepat – cepat mandi dan tidur” keluhku di tengah jalan sambil sesekali merenggangkan tubuhku yang rasanya sudah ingin remuk dan tidak berbentuk lagi. Ku tunggu sebuah mobil yang akan mengantarku sampai rumah, yang tak lain adalah subway. Sekarang waktu sudah menunjukan pukul 23.00 dan aku masih saja berkeliaran di luar rumah. Sedangkan semua orang tengah asik tertidur pulas di ranjang yang empuk dan ditemani oleh bantal dan guling. Inilah kegiatan ku setiap harinya, bangun di pagi hari, dan pulang di malam hari. Tapi khusus untuk hari ini, aku harus lembur. Aku terkadang merasa lelah dengan semua ini. Tapi apa boleh buat, toh ini semua demi hidupku dan juga adik ku tercinta. Kini aku harus berusaha sendiri untuk menghidupi diriku dan adikku. Kedua orang tuaku sudah lama kembali pada-Nya. Setelah menunggu sekitar 5 menit, akhirnya subway pun datang. Tanpa pikir panjang aku langsung naik dan mengambil tempat duduk di dekat jendela. Aku melihat suasana malam di tengah kota Seoul, ternyata masih banyak orang yang berkeliaran di luar. Aku sudah mulai menguap, dan perlahan aku menutup mataku.
@@@@@
Rasa lelahku sudah mulai berkurang, tadi di dalam bus aku sempat tertidur sejenak. Dengan cepat aku berjalan ke dalam apartemen. Apartemen di sini lumayan mewah, kedua orang tuaku yang membelikan satu kamar di apartemen ini. Itu cukup untuk aku dan adikku tinggal dan sangat membantu, karena aku tidak perlu membayar uang sewa atau membeli rumah lain. Aku masuk ke dalam lift, dan memencet tombol 6 karena kamarku ada di lantai 6. Sesaat setelah itu aku langsung berjalan ke arah kamarku. Ku pencet sekali bel yang berada di depan pintu tersebut dan menunggu adikku untuk membukakan pintunya. Sudah semenit aku menunggu, tapi pintu masih tertutup dengan rapat. Ku pencet belnya berkali – kali berharap adikku bisa mendengarnya. Tapi tetap tidak ada yang membukanya.
“DOR DOR DOR!!SHAIRIN AH~ BUKA PINTUNYA” aku mencoba menggedor pintunya sambil berteriak memanggilnya tetap saja hasilnya nihil.
“DOR DOR DOR!!SHAIRIN!!” aku semakin keras memukul pintunya dan sedikit menaikan suaraku tanpa memperdulikan orang lain yang sedang asik tertidur pulas di dalam.
Seorang pria yang tengah asik tertidur pulas merasa terganggu dengan teriakan seseorang dari arah depan kamarnya. Dengan terpaksa ia bangun, ia hanya mengenakan singlet dan boxer saja dan itu dapat memperlihatkan tubuhnya yang atletis. Rambutnya sudah tidak berbentuk lagi, ia benar – benar masih mengantuk sampai – sampai ia berjalan dengan mata yang masih tertutup
‘ceklek’
“Nuguseyo??” kata pria itu sambil simbuk menggagaruk kepalanya yang tidak gatal
Aku yang berada di depannya sangat terkejut melihat orang lain yang membukakan pintu untukku. Tanpa aku sadari aku mulai teriak, karena ada pria dalam kamarku.
“AAAAAAA” ku lihat pria tersebut langsung membuka matanya lebar karena terkejut mendengar teriakkanku
“YAA!! KAU SIAPA?? KENAPA ADA DALAM KAMARKU?” tanyaku langsung padanya
“nde?” terlihat ia bingung mendengar pertanyaanku
Aku langsung menerobos masuk ke dalam tanpa seijinnya” Shairin ah!! Shairin ah!! Kau di mana?” teriakku sambil melihat kesekeliling. Pria itu bingung melihat tingkah lakuku
“YAA!!dimana kau sembunyikan Shairin??cepat bicara” perintahku
Pria itu hanya tersenyum manis mendengar pertanyaanku. Aku jadi tambah kesal di buatnya, baru aku ingin membentaknya tapi ia sudah mulai berbicara “Agashi~ ini kamarku” mendengar perkataannya aku langsung berlari keluar untuk melihat nomor kamar. Ku lihat di sana tertulis kamar nomor 33. Jadi ini memang kamarku, jadi dia mau membohongiku.
“tapi di depan tertulis dengan jelas kamar nomor 33. Berarti ini kamarku, apa yang kau lakukan di kamarku??di mana Shairin?”
Pria tersebut kembali tersenyum mendengar penjelasanku, aku benar – benar kesal dengan pria ini. Apa yang ia bisa hanya tersenyum? Walau kuakui senyumnya memang manis dan bisa membuat orang yang melihatnya terpesona.
”boleh ku tahu kamarmu berada di lantai berapa?” tanyanya santai
“tentu saja lantai 6” jawabku enteng ku lihat ia semakin tersenyum dengan lebarnya
Oh tidaak” ah~ mungkinkah~” kataku menggantung
Ia kembali tersenyum”nde~ ini adalah lantai 9”
“ah! Jeoseonghaeyo~ jongmal Jeoseonghaeyo~” kataku menyesal. Aku benar – benar tidak tahu kalau ini lantai 9. Pasti karena aku lelah, jadi salah pencet tadi.
“nan- nan~” kataku gagap
“gwenchana~” katanya tersenyum
“kalau begitu aku permisi~ sekali lagi maaf karena telah mengganggumu di tengah malam” kataku pamit dan keluar dari kamarnya. Sebelum pergi aku sempat menunduk sebagai permintaan maafku.
“ah~ jinja pabo pabo!!” gerutuku sambil terus memukul kepalaku sendiri
Aku menengok kebelakang, ku lihat orang tersebut masih melihat ke arahku. Aku menunduk dan tersenyum padanya dan kembali berjalan.
@@@@@@@@@@
Aku kembali memencet bel. Tapi sebelum aku memencet bel, aku memastikan dulu bahwa ini adalah lantai 6 dan kamar no.33. Dan tak berapa lama keluarlah Shairin dengan mata yang masih terpejam dan mulutnya yang terbuka lebar.
“Onnie~kenapa baru pulang?” tanyanya sambil berusaha membuka matanya
“oh~ hari ini lembur~” kataku dan langsung masuk ke dalam. Ku lepaskan sepatu hak tinggi yang seharian ini telah menemaniku kesana kemari. Dan ku lempar tasku sembarang lalu aku langsung melempar tubuhku ke kasur yang empuk.
“Shairin ah~ siapkan air hangat untukku” kataku sambil memejamkan mataku
“onnie!!” kata Shairin protes
“Ah Phalie!!” perintahku lagi
“Araso!!” jawab Shairin ketus dan pergi begitu saja
Aku membalikan tubuhku sehingga kini aku tidur terlentang. Aku kembali memikirkan kejadian tadi. Ah! Itu benar – benar memalukan.
@@@@@@@@@@
‘superstar superstar sup-perstar superstar superstar sup-perstar’ suara ponsel terdengar kencang di meja nakas
Seorang pria yang masih asik tertidur nyenyak terpaksa harus membawa kembali arwahnya. Dengan malas ia meraba – raba meja nakas yang ada di sampingnya dengan mata masi terpejam.
“moshi – moshi” jawab pria itu dengan suara yang serak
“YA!! Kau masih belum bangun!!” teriak seseorang dari seberang sana
Pria tersebut langsung menjauhkan ponselnya dari telinga dan langsung melihat ID penelpon.
“Ah!Hyung!!wae?” jawab pria tadi
“WAE??” teriak orang itu lagi”YAA!!mulai hari ini kau akan mulai kembali bekerja!!”
“ah~ arasoyo~” jawab pria itu santai tidak memperdulikan teriakan orang dari seberang.
Terdengar orang di seberang menghela nafasnya” phalie!!” dan hubungan teleponpun tertutup
Dengan malas ia pun berjalan ke kamar mandi dan mulai membersihkan dirinya. Tak perlu waktu lama baginya berada di dalam sana. Ia pun keluar dengan handuk yang masih melingkar di sekitar pinggangnya. Tubuhnya yang terekspos pun memperlihatkan otot-otot yang kekar dan perutnya yang sixpack. Wanita yang melihatnya sekarang mungkin akan pingsan di tempat, Ia pun mulai memilih pakaian apa yang akan ia kenakan hari ini. Hari ini ia ingin mengenakan pakaian yang santai. Ia ambil celana Jeans, kaos putih bergambar, dan rompi abu- abunya.
Ia langsung mengenakan Jeans birunya dan tak lupa mengikatnya dengan ikat pinggang hitamnya. ia langsung memakai kaos putihnya yang sangat ketat di tubuhnya sehingga lekukan otot bisepnya dapat terlihat. Dan ia juga tak lupa memakai rompinya. Setelah selesai dengan pakaian yang menempel di tubuhnya. Ia mulai mencari aksesoris yang cocok dengannya. Ia ambil gelang – gelang karet yang terdapat liontin salip dan langsung memakainya di tangan kanan. Dan sebuah jam tangan di tangan kirinya. Ia tak lupa memilih kalung yang sepanjang dadanya.
Merasa penampilannya sudah ok. Ia pun keluar dari apartementnya, tak lupa topi dan kacamata hitamnya ia kenakan sebelumnya.
@@@@@@@@@@
“Hyung Ni~ apa kau sudah mengatur kembali jadwal Junsu dan juga Chang Min?” Tanya Eunmi selaku atasanku
“Ah!! Lalu bagaimana rencana peluncuran Album Shinee dan Super Junior?hmm.. dan jadwal terbaru 2U? apa ka-“ sebelum Eunmi menyelesaikan perkataannya, aku langsung memotongnya
“Chakamannyo!” kataku sambil memberikan telapak tanganku padanya
“biar aku periksa terlebih dahulu” lanjutku lagi dan mulai mencari laporan – laporan yang sudah berserakan di mejaku.
“Junsu~ Junsu Junsu. Odi ?odi?” kataku sambil sibuk mengubek – ubek kertas kertas
“Ah! Igo~ jadwal Junsu. 2 hari lagi ia akan mengadakan konser tunggal di Jepang lebih detailnya lagi bisa kau baca sendiri” kataku menjelaskan sedikit
“Changmin~ igo~ 3 hari ini, ia bisa istirahat dari kesibukannya, lalu mulai lagi beraktifitas kembali untuk promosi film terbarunya”
“2U, Yoochun dan Yunho untuk saat ini mereka akan manggung di acara mubank dan inkigayo”
“Untuk Shinee dan juga Suju~ sepertinya peluncuran album mereka akan di undur. Terutama Shinee, karena Onew sedang memulihkan suaranya dan Jonghyun masih harus beristirahat sementara. Sedangkan Suju, mereka akan mengeluarkan teaser photo mereka sebelum teaser MV mereka di buat. OK?” kataku panjang lebar
Ku lihat Eunmi hanya diam mendengar penjelasanku. Mungkin ia juga bingung dan tidak mungkin menghafal semua perkataanku tadi. Salah dia sendiri, menanyakan pertanyaan yang banyak.
“Hoo?Ok.hehe Gomawo Hyung Ni ah~. Hwaiting!!” kata Eunmi sedikit menyemangatiku
Setelah kepergian Eunmi, aku langsung menyenderkan punggungku dan menghela nafas berat.
Haaaaaaaaa~ itulah pekerjaanku setiap harinya. Mengatur ulang atau membuat janji untuk para artis – artis yang ada di JaeJi Entertainment ini. Sebenarnya aku tidak tahu pekerjaanku ini disebut apa? Karena asiten pribadi bukan, manajer pun bukan. Tapi aku tidak peduli, yang penting~ dengan aku bekerja disini, aku bisa menghidupi diriku dan adikku. Dan aku pun mendapat bonus, yaitu bisa melihat artis artis tampan di sini. Haha
“Hyung Ni ah!! Ada yang mencarimu!!” teriak salah satu karyawan
@@@@@@@@@@
‘tok tok tok’
“masuk~” sahut orang dari dalam
Seorang pria tampan langsung masuk ke dalam, sesampainya di dalam. Ia melihat seorang pria cantik tengah sibuk dengan laptopnya.
“Urisashiburine! Hyung~” (lama tak bertemu)sapa pria tampan tersebut
Mendengar kata ‘hyung’ pria cantik itu langsung mengalihkan pandangannya dari laptop dan memandang pria tampan tersebut.
“YAA!! Kim Hyun Joong!! kenapa kau baru datang sekarang ha? Liat jam berapa sekarang ini!” teriak Pria cantik tersebut pada adiknya tercinta.
“jam 12.30” jawab Hyun Joong enteng
Mendengar jawaban Hyun Joong, pria cantik itu langsung menghampiri Hyung Joong dan langsung memukul kepalanya dengan kencang.
‘AWW!!’
“itte Hyung~” (sakit) kata Hyun Joong sambil mengelus kepalanya
“aku tidak menanyakan jam padamu!! Aku ini sedang marah padamu! Apa kau tahu?”
“arayo~ arayo Jae Joong Hyung~” jawab Hyun Joong manis
“Aigu aigu!” keluh Jae Joong
“ha~ bukankah sudah ku bilang kau harus datang jam 9. Kenapa baru datang sekarang?”
“ya~ Hyung~ kau tahu sendiri~ tadi saja aku bangun jam 11.30 bagaimana mungkin bisa aku datang kemari jam 9 Hyuuuung??”
“nde?? Ah! Sudah lupakan saja!!” kata Jae Joong tidak percaya. Ia langsung kembali duduk di depan laptopnya” bagaimana karirmu di Jepang?” Tanya Jae Joong langsung ke inti pembicaraan
Hyun Joong berjalan ke sofa yang ada di sana” OK~” katanya singkat
“Mwo OK Mwo?” Tanya Jae Joong lagi karena tidak puas dengan jawaban Hyun Joong
“ah Hyung~ Baegupaa~phalie mokgo~kaja kaja kaja~” kata Hyun Joong mengalihkan pembicaraan dan langsung menarik Jae Joong begitu saja. Melihat sikap Hyun Joong, Jae Joong tahu bahawa sekarang Hyun Joong sedang tidak ingin membicarakan pekerjaan. Akhirnya ia mengikuti Hyun Joong, lagi pula sudah lama ia tidak makan bersama dengan Hyun Joong.
@@@@@@@@@@
Aku langsung keluar dari ruanganku mendenga ada yang mencariku. Saat pintu baru di buka, terlihat seorang pria gagah tengah berdiri tepat di depanku sambil memegang seikat mawar merah.
“Annyong~” sapa pria gagah tersebut dengan senyuman yang sangat menawan
aku hanya menatap pria tersebut dengan tatapan yang kosong. Aku tidak tahu harus berbuat apa sekarang
“Hyung Ni ah Bogoshipo~” kata pria tersebut sambil memeluku erat
Aku tidak membalas atauppun mendorong pria ini. Pria yang tengah memelukku sekarang adalah ‘kekasihku’. Sudah 2 tahun lamanya ia meninggalkanku. Kini tiba – tiba saja ia datang dan bilang kalau ia merindukanku? Apa aku tidak salah dengar? Kemana saja ia selama ini? Apa ia tidak mengingatku sama sekali?
“hmm,, Taecyeon ssi mian~” jawabku sedikit dingin dan melepaskan pelukannya
“Ssi? Hyung Ni ah~ apa kau marah padaku?” tanyanya dengan enteng
Marah?? Kau bertanya padaku?
“haruskah aku marah padamu Taecyeon ssi?” tanyaku balik kepadanya
Terlihat wajahnya merasa bersalah dan kecewa mendengar pertanyaanku.
“Hyung Ni jebalyo~ jinjaaaa mianhaeyo, Jo-“
“Taecyeon ah phallie!!” belum selesai dia berbicara dari belakang temannya sudah memangil
“Chakaman!!” sahut Taecyeon teriak
“phallie ka~ temanmu sudah memanggil, kurasa jadwalmu hari ini tidak kosong” kataku dingin tanpa menatap matanya
Aku tidak sanggup menatap matanya. Aku takut perisai yang sudah kubuat akan hancur begitu saja dengan hanya menatap wajahnya. Aku tahu pasti Taecyeon sangat kecewa mendapat sikap yang dingin dariku.
“Ni ah~ “
“TAECYEON AH!!” teriak temannya lagi
“ARASOO!!” sahut Taecyon kesal
Aku menghela nafas”phallie ka~”
“Mianh Hyung Ni, nanti aku akan kemari lagi oh!” katanya menyesal
“piryo opso~” kataku pelan
Ku dengar Taecyeon menghela nafas kencang, mungkin ia menahan amarahnya “aku tetap akan kembali. Gidarilke~” kata Taecyon dan mencium sekilas dahiku dan memberikan bunga yang tadi ia bawa padaku
Lau ia berlari mengejar temannya tadi.
Ku penjamkan mataku dan menggenggam erat bungan yang ia berikan
“kenapa kau harus kembali Taecyeon ah?”
@@@@@ TBC @@@@@
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar