PERTUMBUHAN
DAN KONSUMSI PAKAN BENIH IKAN SEMAH
(Tor
douronensis) DALAM
UPAYA DOMESTIKASI
Artificial
Feeds Given in Different Dose to the Growth and Feed Consumption
of
Semah Fish Seed (Tor Douronensis) in Order to Domestication
Sunarto
1)
dan Sabariah
2)
1)
Fakultas
Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak
2)
Sekolah
Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Pontianak
Ikan semah merupakan ikan air tawar yang juga merupakan ikan liar yang sudah langka, oleh karena itu peneliti berusaha untuk membudidayakan ikan ini. Dalam membudidayakan ikan yang paling utama yang harus diperhatikan yaitu pakan. Pakan yang diberikan harus cukup, sesuai dengan kebutuhan ikan dan harus berkualitas bagus,sehingga pertumbuhannyapun bagus dan ikan bisa berkembang secara maksimal dengan pemberin pakan yang optimal. Dalam penelitian ini peneliti memberikan pakan buatan berupa pelet yang memiliki kandungan protein sebesar 40% dengan kandungan dosis pakan yang di uji 3%, 6%,9%, dan 12% dari bobot biomassa.
Dalam melakukan penelitian ini peneliti menggunakan wadah aquarium sebanyak 12 buah dengan panjang 100cm, lebar 80cm, dan tinggi 50 cm, kemudian benih kan semah yang didapt dari alam dengan ukuran 5cm di masukan kedalam aquarium. Masing-masing aquarium memiliki padat tebar 10 ekor ikan,kemudian ikan diberikan pelet dengan protein 40% sebagai makanannya. Menurut omar (1981) dalam Sunarno dan Djajasewaka (1988) pakan yang digunakan mengandung 40% sudah cukup baik untuk ikan jelawat. Ikan semah mirip dengan ikan jelawat sehingga penelitian ini memegang acuan pada ikan jelawat .Secara umum jumlah pakan yang dikonsumsi oleh seekor ikan berkisar antara 5-10% per hari dari bobot tubuhnya (Mudjiman,1984). Dalam penelitian ini peneliti melakukan empat perlakuan yang berbeda pada tiap wadah.
Dalam hal ini jumlah pakan yang diberikan sangat berpengaruh karena bila pakan yang diberikan terlalu sedikit akan mengakibatkan pertumbuhan ikan lambat dan juga akan mengakibatkan persaingan pakan yang mengakibatkan ukuran ikan berbeda-beda dan sebaliknya jika pakan yang diberikan terlalu banyak maka akan mengakibatkan pencemaran lingkungan ditempat ikan ini hidup. Pada studi kasus ini penambahan dosis pakan akan meningkatkan laju pertumbuhan hingga mencapai optimum, sebaliknya dosis yang melebihi titik optimum akan menurunkan laju pertumbuhan ikan
laju konsumsi pakan harian ikan berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan semah. Besar kecilnya nilai konsumsi harian merupakan gambaran tentang efisiensi pakan. Apabila nilai konsumsi pakan harian lebih besar maka tingkat efisiensi pakanpun kurang baik. Hal itu berbanding terbalik dengan pertumbuhan, karena apabila nilai konsumsi pakan harian semakin kecil tetapi dapat menghasilkan pertumbuhan yang optimal, berarti konsumsi pakan sudah cukup baik dan pakan yang diberikan bisa dimanfaatkan untuk metabolisme tubuh ikan. Konsumsi harian benih ikan semah selama penelitian ini berkisar antara 2,69–10,19%/hari dan efesiensi pakan cukup berbeda-beda yang berkisar antara 13,85-54,09%dengan kelangsungan hidup 100%.
Sesuai hasil pengmatan pada ikan semah terhadap tingkat kelangsungan hidup yang diambil selama masa penelitian, maka didapatkan natalitas rata-rata adalah sebesar 100 %. Tingkat kelangsungan hidup (Natalitas atau SR) merupakan nilai persentase jumlah ikan yang hidup selama selama periode pemeliharaan (Effendie, 1979). Data perlakuan A, B, C dan D semuanya memiliki nilai natalitas sebesar 100% yang berarti tidak terjadi kematian sampai akhir penelitian, karena selama masa penelitian tidak terjadinya mortalitas atau kematian pada ikan semah,karena dalam hal ini didukung dengan adanya kualitas air yamg memadai sehingga dapat disimpulkan ikan semah termasuk ikan yang mudah beradaptasi dengan lingkungan, dan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan harian ikan semah berkisar antara 1,99-1,44% dengan pertumbuhan tertinggi pada dosis pakan 6% dan dari analisis regresi kwadratik diperoleh dosis optimum sebesar 6,18%.


0 komentar:
Posting Komentar